Kamis, 12 Desember 2024

Claudehamiltonara Layung Lohita



Claudehamiltonara Layung Lohita


Claudehamiltonara Layung Lohita



Bulan November, dima hujan turun deras-derasnya

Air yang penuh dengan berkah

Air yang penuh dengan nutrisi

Yang dinanti untuk semua mahluk hidup dimuka bumi,

Berkah itu pun datang kepada saya, dengan mekarnya hasil silangan yang keberapa kalinya, dari 2 anggrek Hybrid yang mempunyai silsilah dari 4 Genus berbeda (2024) dan mempunyai darah keturunan dari 13 species berbeda.


Claudehamiltonara Layung Lohita


Tubuh mungil, dengan warna bunga merah merona disaat mulai mekar, dibubuhi warna kuning emas seperti senja hari, tidak jauh dari induknya Guaritonia Why Not , yang memiliki bentuk daun ramping seperti halnya banyak keturunan B. nodosa .


baru saja pindah media pembesaran dan pemberian perangsang akar, dari tabur pada 30 september 2022


Pada bulan Maret 2021, waktu itu kedua Guaritonia Why Not dan Brassocattleya YU Toung Star sedang berbarengan mekar, kemudian saya mencoba menunulkan sari pejantan Brassocattleya YU Toung Star ke stigma Guaritonia Why Not, dan Alhamdulillah berhasil, dan genap usia 3 bulan usia setelah penyerbukan, buah mulai saya proses penaburan, sub kultur sampai aklimatisasi dengan penuh cinta saya besarkan seperti anak sendiri :D


waktu subkultur pada 10 juni 2022



Setelah usia 3 tahun dia mulai menunjukkan kecantikannya pertamakalinya didunia pada 14 November 2024, dengan bentuk tanaman yang masih belia dengan ukuran tanaman masih 25cm, bukan 150cm ataupun 160cm an, hhh..

Bunga memerah menyenangkan denghan ukuran bunga 5cm lebar maupun tinggi, beberapa hari kemudian warna merah berubah menjadi kuning, yang menambah keunikan dari tanaman ini


Guaritonia Why Not


Brassocattleya YU Toung Star



Jika di uraikan silsilahnya seperti berikut:

























Sudah berapa kali silang menyilang keturunannya?

Bias dihitung dari atas, 14 kali sampai pada Claudehamiltonara Layung Lohita

Dari 13 Species Ancestors :

Guarianthe aurantiaca 25.00%

Broughtonia sanguinea 25.00%

Brassavola nodosa 25.00%

Cattleya purpurata 13.28%

Cattleya trianae 2.34%

Cattleya mendelii 1.56%

Cattleya labiata 1.56%

Cattleya dowiana var. aurea 1.56%

Cattleya lueddemanniana 1.56%

Cattleya dowiana 1.17%

Cattleya warscewiczii 0.78%

Cattleya gaskelliana 0.78%

Cattleya mossiae 0.39%




Claudehamiltonara Layung Lohita

Genus Claudehamiltonara J.M.H.Shaw

Pertama dipublikasi pada Orchid Rev. 116(1283, Suppl.): 34 (2008)

hybrid formula dari paduan silangan: Brassavola × Broughtonia × Cattleya × Guarianthe.

Nama Layung Lohita sendiri di ambil dari istilah Jawa kuno yang sekarang jarang sekali disebut, layung dari kata layuṅ 'sinar senja', warna kuning kemerah-merahan di langit pada saat matahari akan terbenam; mambang kuning

dan Lohita dari bahasa Jawa kuno yang berate berarti merah

semoga dengan nama ini, kita bias ingat kembali istilah penyebutan jawa, khusunya orang jawa sendiri seperti saya,

semoga bermanfaat, jangan lupa tinggalkan komentar, dan jika berminat dengan tanamannya, silahkan kontak lewat kontak email, hp, wa, fb, ig, tiktok ada semua, atau langsung Tanya/cari ke Mbah dukun Google, nanti tinggal ketik nama Hadi Orchids sudah ketemua semua kontaknnya…



terimakasih…..

Jumat, 06 September 2024

Ichijoara Raihan

Brassavola nodosa 

anggrek dengan lidah berbentuk hati berwarna putih dan mengeluarkan aroma wangi di malamhari,..

Pada waktu berbunga waktu itu, ingin memadukannya dengan Epicatanthe Don Herman, yang memiliki dasar warna kuning cerah dengan taburan warna merah di lidah dan kelopakknya.

Berusa bermimpi dan mulai mengukir mimpi, saat itu di pagi tanggal 20 dibulan September 2018, saya mecoba mengambil lidi runcing kecil untuk mengambil sebuk sari dari Don Herman dan memaksukkan ke lubang stigma pada Brassavola nodosa.


Beberapa hari kemudian, apa yang saya inginkan teranyata terkabul, tangkai bunga mulai membunting menggembung, lalau ku catat dalam jam pasirku, hari demi hari, hingga 3 purnama terlewati. terlihat bulat subur padat berisi, ku petik dan tak lupa ku bacakan do'a

Wahai bunga, ijinkan aku memetik buah dari yang kau jaga hingga 3 purnama

Ijinkan aku merawat dan menyemai benih-benihmu, sehingga tumbuh subur dan sampai berbunga.. 

Ttepat 3 bulan buahnya saya petik dan waktunya melewati proses persemaian, 

Sangat mirip dengan operasi cesar melahirkan,


Membuatkan media tanam yang sangat subur dengan lengkap nutrisi yang dibutuhkan untuk menumbuhkan biji murni tanpa cadangan makanan, yang steril, lalu kupersiapkan enkas yang juga steril, berharap tak satupun jamur atau bakteri atau pengganggu lain yang datang 

Didalam ruang oprasi, buah yang padat berisi mula aku menusuk, menyayat sakit tapi indah, ketika bubuk putih kecil bak spora terlihat jelas, subur lalu ku tabur..

Melewati hari, 2 minggu mulai menghijau, calon penghuni dunia baru dengan karakter baru mulai menggembung ibarat telur , lalu keluar serabut rambut kecil, daun kecil, sangat  menyenangkan

2 bulan kemudian berganti dengan nutrisi baru untuk membesarkan, 


2 bulan kemudian memberi perangsang akar, agar menjadi membentuk individu semupurna  

Genap 6 bulan dilahirkan paksa dengan menghirup udara dunia baru yang penuh dengan teka-teki

Kurawat, kujaga dan kumanja hingga merimbun dewasa, 


Di bulan Mei 2022 dirinya mulai mengeluarkan tangkai bunga, pastinya, membuat yang merawat dari bayi sangat bahagia

Tapat di tanggal 05 Juni 2022, dirinya mepersembahkan bentuk bunga baru, paduan dari keduanya (Brassavola nodosa dan Epicatanthe Don Herman)
paduan dari 4 Genus, atau 10 species penyusunnya